Mobil Pelangsir BBM Diduga Rutin Keluar Masuk SPBU dan Gudang di Permukiman Warga

Ketapang– Aktivitas mencurigakan di salah satu SPBU di Kabupaten Ketapang menjadi sorotan warga. Sebuah mobil Kijang berwarna biru diduga melakukan pengisian BBM subsidi dalam jumlah tidak wajar menggunakan tangki modifikasi atau “tangki siluman”.
Dari pantauan awak media di lokasi, kendaraan tersebut terlihat berada cukup lama di dispenser BBM dibanding kendaraan lain yang sedang mengantri. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya praktik pelangsiran BBM subsidi untuk kepentingan tertentu.
Usai melakukan pengisian, mobil tersebut diketahui keluar dari area SPBU dan bergerak menuju sebuah gudang di kawasan Jalan Sunan Kalijaga, Tuan Tuan, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Lokasi gudang yang berada di tengah permukiman padat penduduk membuat warga semakin resah.
Aktivitas ini sudah cukup lama berlangsung. Mobil keluar masuk, lalu ada motor pelangsir yang sudah menunggu di rumah diduga gudang penampungan BBM terdapat sebuah alat penyedot BBM dari mobil mengunakan mesin pompa,” ungkap salah seorang warga.Di lokasi rumah jadi gudang, tampak beberapa unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk melangsir BBM telah bersiap membawa minyak ke lokasi tertentu.
Warga menduga BBM tersebut akan disalurkan ke aktivitas tambang ilegal yang berada di wilayah Ketapang.Seorang warga lainnya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku resah dengan aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut BBM tersebut yang disebut terjadi hampir setiap hari.“Mobil ada sekitar lima unit. Satu mobil bisa muat empat drum.
Setiap hari modar-mandir habis isi dari SPBU. Kami kesal lihat begini terus, takut bahan berbahaya meledak karena gudang dekat permukiman,” ujarnya kepada awak media, Kam (22/5).Praktik semacam ini dinilai sangat merugikan masyarakat karena berpotensi mengurangi jatah BBM subsidi bagi warga yang benar-benar membutuh.
Saat dikonfirmasi awak media, pemilik rumaha atau gudang berinisial MHD enggan memberikan penjelasan rinci terkait legalitas usaha maupun izin penyimpanan BBM. Ia justru meminta agar persoalan tersebut ditanyakan langsung kepada pihak SPBU nama Insial ED di Jalan Panjaitan.
Sementara itu, salah satu operator SPBU mengaku tidak mengetahui keberadaan pengawas saat aktivitas pengisian BBM yang diduga tidak wajar tersebut terjadi.“Tadi ada pengawas di sini, sekarang tidak tahu ke mana,” ujarnya singkat.
Warga berharap aparat penegak hukum, Pertamina, dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi tersebut, termasuk aktivitas gudang yang berada di tengah permukiman warga.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan penyalahgunaan BBM (subsidi tersebut.(red)
